DUA MASJID BERSEJARAH DI KOTA SEMARANG
MASJID AGUNG JAWA TENGAH
Pembangunan MAJT berawal dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf
milik Masjid Besar Kauman Semarang yang telah sekian lama tak tentu rimbanya.
Raibnya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang berawal dari proses tukar
guling tanah wakaf Masjid Kauman seluas 119.127 ha yang dikelola oleh BKM
(Badan Kesejahteraan Masjid) bentukan Bidang Urusan Agama Depag Jawa Tengah.
Dengan alasan tanah itu tidak produktif, oleh BKM tanah itu di tukar guling
dengan tanah seluas 250 ha di Demak lewat PT. Sambirejo. Kemudian berpindah
tangan ke PT. Tensindo milik Tjipto Siswoyo.
Hasil
perjuangan banyak pihak untuk mengembalikan banda wakaf Masjid Besar Kauman
Semarang itu ahirnya berbuah manis setelah melalui perjuangan panjang. MAJT
sendiri dibangun di atas salah satu petak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman
Semarang yang telah kembali tersebut.
MASJID AGUNG SEMARANG (KAUMAN)
Masjid Agung Semarang atau yang akrab disebut Masjid Kauman
Semarang sebagai masjid tertua di kota Semarang- ibu kota Jawa Tengah, memiliki
sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kota
Semarang.
Masjid yang kini telah menjadi cagar budaya dan harus dilindungi
menjadi kebanggaan warga Semarang karena bangunannya yang khas, mencaerminkan
jatidiri masyarakat pesisir yang lugas tetapi bersahaja. Seperti halnya pada
masjid-masjid kuno di pulau Jawa, Masjid Agung Semarang berada di pusat kota
(alun-alun) dan berdekatan dengan pusat pemerintahan (kanjengan) dan penjara,
serta tak berjarak jauh dari pusat perdagangan (pasar Johar), merupakan ciri
khas dari tata ruang kota pada jaman dahulu.


Komentar
Posting Komentar