Wisata di Negara Turki


RIVIEW WISATA RELIGI DI NEGARA TURKI





Riview ini dibuat untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Geografi Pariwisata Islam

Dosen Pengampu:

Oleh:

Cantika Diah Pralita                1701036099





MANAJEMEN DAKWAH

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

2020



WISATA RELIGI DI NEGARA TURKI

Negara yang terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Eropa. Secara geografis negara ini terpisah anatar sebuah selat yaitu selat Bosporus, menjadikan negara ini kaya tradisi dan kaya budaya. Menjadi saksi sejarah kehidupan sejumlah peradaban besar, yaitu Romawi, Mizantium dan Ottoman. Kekhalifahan terakhir yang kekuasaannya mencapai hampir separuh dunia. Menjadi rumah besar bagi tak kurang 90 juta jiwa yang 90% diantaranya Muslim, dengan semua kisahnya tersimpan di sini, sebuah negeri cantik berjuluk Turki.

Istanbul, menjadi tempat yang paling tepat untuk menyelami kebesaran tahta Islam di Turki. Karena bukan hanya sekedar kota tetapi Istanbul merupakan jejak sejarah Islam. Berasal dari kata Islambol yang berarti tahta Islam, kisah kota ini berawal ketika Konstantin yang agung memindahkan kekuasaan Romawi Timur dari Nikomedia ke Pesisir Bosporus. Itu sebabnya Istanbul pernah menyandang nama kota Konstantinopel atau kota Sang Konstantin serta sebab itu juga Istanbul merupakan satu-satunya kota transkontinental atau kota dipersimpangan dua benua.

Zaman membawa ragam tradisi dan peradaban yang ada kian beraneka, Istanbu pun berkembang menjadi kota dengan kepadatan penduduk terbesar ketiga di Eropa serta menjadi sentra kebudyaan dan ekonomi Turki. Senantiasa menduduki 8 besar kota tercantik di Dunia, mengalirkan rata-rata 10 juta turis setiap tahunnya. Tempat bertemunya Timur dan Barat yaitu klasik dan kontemporer, modernitas dan spiritual hampir semua maka tak heran Napoleon Bonaparte pernah berkata “jika seluruh dunia adalah sebuah area maka Istanbul jadi yang paling tepat sebagai Ibukotanya”.

Terus bermetamorfosa tidak membuat Istanbul meninggalkan kisah dibelakangnya sebaiknya kota ini sangat melindungi dan menjaganya. Menyusuri peranan penting Turki dan Istanbul khususnya dalam perkembangan Islam Dunia. Sebuah lambang pada masa keemasan saat Turki Usmani akhirnya berhasil menakukkan Mizantium, yaitu Masjid Sultan Ahmed atau disebut Masjid Biru Turki. Masjid Sultan Ahmed merupakan lambang kejayaan Islam di Turki, menjulang megah sejak awal tahun 1600 yang berdiri atas perintah Ahmed I yaitu Sultan yang naik tahta pada usia 14 tahun namun meninggal saat masih berusia 27 tahun akibat tipus.  Perancangnya Sedefkar Mehmed Aga yaitu   seorang arsitek ternama pada masanya. Masjid Sultan Ahmed ini merupakan satu dari tiga masjid di Turki yang mempunyai enam menara, di mana enam menara ini permah membuat konflik dengan pemerintah Arab Saudi yang mana Masjidil haram mempunyai enam menara juga maka enam menara Masjid Sutan Ahmed ini dianggap menyaingi menara Masjidil Haram, kemudian dari Turki untuk meminta ma’af dengan menyumbangkan dana untuk membangun menara ketuju di Masjidil Haram. Masjid Sultan Ahmed mampu menampung 8.000 jama’ah, masjid yang begitu terang karena memiliki 200 jendela, menawan karena penuh dengan kaigrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang disusun oeh kaligrafer terbaik sepanjang masa yaitu Sayyid Kasim Mubarik. Mempesona dengan  sedikitnya 20.000 kramik terbaik asal Isneid terpatri pada seluruh bagian kuba serta di dindingnya, itulah kenapa masjid ini disebut juga Blue Mosque (Masjid Biru). Menjadi destinasi wisata tidak meupakan fungsinya sebagai masjid sebagai ruang tenang dan tempat suci untuk menunaikan kewajiban Islam. masjid ini dikunjungi tidak hanya kaum Muslim tapi ada juga yang Non Muslim berkunjung ke masjid ini.

Keagungan Masjid Biru sejatinya merupakan upaya menandingi bangunan megah dan menawan tepat di seberangnya yaitu Hagia Sofia. Berasal dari bahasa Yunani yang berarti kerifan suci, Hagia Sofia awalnya merupakan Gereja Ortodoks yang berdiri sejak tahun 360. Hagia Sofia berjaya  menjadi Katedral terbesar di dunia hingga Konstatinopel berpindah tangan ke Khaifahan Islam pada tahun 1453. Pertama kali adzan dikumandangkan di bumi Istanbul yaitu di Hagia Sofia, jadi pada tahun 1453, pasukan Turki bersama pemimpinnya yaitu Muhammad Al-Fatih berhasi menaklukkan Konstantin tang kemudian berganti nama menjadi istanbul. Di Istanbul sangat menghargai toeransi atas adanya perbedaan agama yang ada dengan tidak dihancurkannya gereja-gereja yang ada dan bahkan sampai sekarang pun masih berfungsi. Sejak itu pula Hagia Sofia berganti nama menjadi Aya Sofya Jami’ dan berubah fungsi sebagai masjid. Mozaik cantik dimunculkan agi pasca Aya Sofya bermetamorfosa menjadi musium. Aya Sofya merupakan satu-satunya tempat di dunia yang di mana mozaik bergambar Kristus berdampingan dengan lafadz Allah, Muhammad dan para Khalifah. Aura luhur memancar di setiap sudut bangunan, piar-piar bangunannya berbahan marmer terbaik, reung-reungnya melindungi damainya di daam dari kisruh riuh yang ada di luar dan corak arsitektur khas Romawi klasiknya mengilhami hampir semua bangunan dan rumah ibadah lainnya di seantero Turki.

Seiring berkibarnya panji-panji kebesaran Islam di tanah Ottoman, Istana Topkapi megah berdiri yang membentang seluas 70 hektar sejak tahun 1459 Mistana Topkapi menjadi pusat pemerintahan para Sultan. Topkapi berokasi tak jauh dari kompleks Masjid Sultan Ahmed dan Aya Sofya. Istana terbagi menjadi tiga zona, zona pertama pintu gerbang utama yang pada masa Kesultanan area ini merupakan taman dan terirori pasukan khusus. Zona kedua yaitu pintu untuk memberi salam pada area ini terdapat barisan pasukan khusus tempat untuk dewan dan pejabat tinggi serta rumah bagi para wanita di sekeliling Sultan. Dan zona terakhir adalah zona utama Istana yang merupakan area Sultan yang terdapat ruangan kesultanan dan ruang perbendaharaan.

Istanbul merupakan kota tua dan kota metropolitan dalam satu nama, wajah lampaunya menampikan keagungan dari berbagai masa, sisi modernnya menjaga semua penghuni yang tak lagi sekedar hidup namun juga nyaman jalani hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DUA MASJID BERSEJARAH DI KOTA SEMARANG

Pengelolaan Pariwisata