MAKALAH SISTEM INFORMASI PARIWISATA
PERENCANAAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA BERBASIS WEB
Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Sistem Pariwisata Islam
Dosen Pengampu: Bapak Adzhar Arwani
Oleh:
Cantika Diah Pralita 1701036099
MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu,
yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pariwisata merupakan
sektor potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan
disuatu daerah, selain memberikan keuntungan bagi tempat wisata itu sendiri
juga memberikan keuntungan dibidang yang lainnya. Pariwisata mempunyai banyak
bidang yang harus digarap oleh pelaku wisata, salah satunya yaitu dalam bidang
sistem informasi pariwisata.
Pariwisata berbasis sistem informasi berarti adanya suatu manajemen sistem
informasi kepariwisataan yang berbasis pengelolaan data elektronik dimana
keberadaan sistem informasi manajemen pariwisata ini dapat pula dibuat suat
sistem yang mendukung pariwisata. Dengan adanya sistem informasi pariwisata
akan dapat memudahkan wisatawan dalam menentukan rencana perjalanan wisata, selain
itu untuk menghindari tuumpang tindih data serta kesulitan dalam penyediaan
data maupun penyebaran sistem informasi yang dibutuhkan.
Pembahasan ini, akan membahas bagaimana cara merencanakan sistem
pariwisata, karena dalam suatu manajemen sistem informasi pariwisata harus ada
perencanaan terlebih dahulu untuk mencapai hasil yang maksiml.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Sistem Informasi Pariwisata?
2. Apa pengertian dari Website dan Webserver?
3. Bagaimana rancangan sistem informasi pariwisata?
4. Apa manfaat sistem informasi pariwisata?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem Informasi Pariwisata
Menurut Tata Sutabri,
(2014) dalam bukunya
“Sistem Informasi Manajemen” menyatakan
“Informasi ibarat darah
yang mengalir di
dalam tubuh suatu
organisasi sehingga informasi
ini sangat penting
di dalam suatu
organisasi. Informasi adalah
data yang telah
diklasifikasi atau diolah
atau diinterpretasi untuk
digunakan dalam proses
pengambilan keputusan”.
“Sistem informasi adalah
suatu sistem dimana
manusia dan mesin
melakukan pekerjaan dengan
menggunakan sumber daya
untuk memproduksi produk
tertentu dan jasa
bagi pelanggan di
dalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat
menejerial dan kegiatan
strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan
pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang
diperlukan”.
Menurut Raymond, McLeod
Jr. (dalam Uswatun, (2013).“Sistem informasi
dapat didefinisikan sebagai
suatu sistem di
dalam suatu organisasi
yang merupakan kombinasi
dari orang-orang, fasilitas,
teknologi, media, prosedur-prosedur dan
pengendalian yang ditujukan
untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting, memproses
tipe transakasi rutin
tertentu dalam gabungan yang terorganisasi dari manusia,
perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam
mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi”. Menurut
Jogiyanto, (dalam Juniardi and Azwansyah, (2014).
Sistem informasi pariwisata adalah sistem yang menyajikan
informasi-informasi menegnai suatu objek wisata, kawasan wisata atau
wahana-wahana di suatu objek/ kawasan wisata. Menurut Mathieson
& Wall, (1982)
dalam bukunya “Pengantar
Ilmu Pariwisata”, “Sistem
pariwisata terdiri atas
tiga elemen, yaitu
(1) elemen dinamik,
yaitu perjalanan wisatawan,
(2) elemen statik,
yaitu keberadaan di
destinasi, dan (3)
elemen konsekuensial, yaitu
berbagai dampak yang
timbul, seperti dampak
ekonomi, sosial-budaya, dan
lingkungan”.
B. Pengertian Website dan Web Server
Menurut Abdul Kadir,
(dalam Kusuma and Widodo, (2016 ) “Website adalah
suatu media publikasi
elektronik yang terdiri
dari halamanhalaman web
(Web Page) yang terhubung
satu dengan yang
lain menggunakan link
yang dilekatkan pada
suatu teks, image,
video, audio dan
animasi lainya. Website
dibuat pertama kali
oleh Tim Barners
Lee pada tahun
1990. Website dibangun
dengan menggunakan bahasa
Hypertext Markup Language
(HTML) dan memanfaatkan
protocol komunikasi Hypertext
Transfer Protocol (HTTP)
yang terletak pada
Application Layer pada
referensi Layer OSI”.
Menurut Rosari, (dalam Rahman and
Santoso, (2015) “Web Server
merupakan suatu perangkat
lunak yang dijalankan
pada komputer server
dan berfungsi agar
dokumen web yang
disimpan di server
dapat diakses oleh
pemakai (User) internet
seperti misalnya xampp”.[1]
C. Rancangan Sistem Informasi Pariwisata
Pengguna fungsi-fungsi yang disediakan oleh web services pada rancangan
sistem informasi adalah untuk pengembang aplikasi serta pengguna langsung
informasi (end user). Sehingga terlihat kolaborasi antar sistem yang
berlangsung dengan baik. Rancangan sistem informasi yang didukung oleh bagian
sistem yaitu pengelola data , penyuplai data serta pengguna data , yang
ditunjukkan pada gambar berikut.
![]() |
Sesuai dengan konsep bagian sistem informasi
pariwisata , maka untuk membuat rancangan sistem informasi dilakukan tahapan
sebagai berikut :
1. Pendefinisian fungsi pada tiap bagian sistem.
2. Penggolongan fungsi yang telah didefinisikan.
3. Implementasi fungsi dalam struktur web service ( sisi server dan klien ).
Fasilitas yang biasanya dibutuhkan dalam
proses kolaborasi antar sistem antara lain :
1. Menambah , menghapus serta mengedit data.
2. Mencari dan menampilkan data berdasar kriteria tertentu.
3. Memproses data berdasar aturan yang telah ditentukan.
Selanjutnya fasilitas tersebut dimasukan dalam
fungsi-fungsi yang ada pada bagian yang ada di rancangan sistem informasi. Pada
bagian pengelolaan data mempunyai fungsionalitas sebagai penampung data dari
penyuplai data pariwisata terkait profil wisata , agenda wisata , serta akomodasi
dan fasilitas wisata (hotel , transportasi , rute lokasi serta souvenir).
Selain itu juga melakukan proses kompilasi data pariwisata sesuai dengan
kebutuhan pengguna data. Sedangkan pada bagian penyuplai data mempunyai
fungsionalitas mengirim , menghapus dan mengedit data terkait informasi
pariwisata sesuai dengan data yang dimiliki. Dan pada bagian pengguna mempunyai
fungsionalitas untuk meminta data dengan kriteria dan aturan tertentu.
Pada perancangan sistem informasi pariwisata
diperlukan 6 tabel sebagai media penyimpan data yaitu :
1. Tabel profil digunakan untuk menyimpan data profil tempat wisata beserta
lokasinya.
2. Tabel agenda digunakan untuk menyimpan data jadwal kegiatan promosi atau
atraksi kesenian local di suatu daerah wisata.
3. Tabel hotel digunakan untuk menyimpan data tentang hotel.
4. Tabel transportasi digunkan untuk menyimpan data tentang jasa transportasi.
5. Tabel rute digunakan untuk menyimpan data tentang rute menuju lokasi
wisata.
6. Tabel souvenir digunkan untuk menyimpan data souvenir atau oleh-oleh khas
daru lokasi wisata.
Berdasar perancangan sistem yang dihasilkan, maka akan diimpelementasikan
fungsi-fungsi web pada tiap bagian sebagai berikut :
1. Bagian pengelola data Fungsi yang terkait dengan menambah , menghapus dan
mengedit data yaitu :
a. Menampung data profil wisata
b. Menampung data agenda wisata
c. Menampung data hotel
d. Menampung data transportasi
e. Menampung data route
f. Menampung data souvenir
Fungsi yang terkait mencari dan menampilkan
data berdasar kriteria tertentu yaitu:
1. Memproses permintaan data terkait profil wisata
2. Memproses permintaan data terkait agenda wisata
3. Memproses permintaan data terkait hotel
4. Memproses permintaan data terkait transportasi
5. Memproses permintaan data terkait souvenir dan oleh-oleh khas
Fungsi yang terkait pemrosesan data:
1. Memproses permintaan data mengenai agenda wisata dari beberapa daerah
wisata dengan lokasi yang berdekatan.
2. Memproses permintaan data route menuju lokasi antar tempat wisata.
3. Memproses permintaan data jenis transportasi pilihan menuju lokasi wisata
2. Bagian penyuplai data Fungsi yang terkait dengan menambah , menghapus dan
mengedit data yaitu :
a. Pengiriman dan update data profil wisata
b. Pengiriman dan update data agenda wisata
c. Pengiriman dan update data hotel
d. Pengiriman dan update data transportasi
e. Pengiriman dan update data route
f. Pengiriman dan update data souvenir.
3.
Bagian pengguna data Fungsi yang terkait
mencari dan menampilkan data berdasar kriteria tertentu yaitu:
a. Meminta data terkait profil wisata
b. Meminta data terkait agenda wisata
c. Meminta data terkait hotel
d. Meminta data terkait transportasi
e. Meminta data terkait souvenir dan oleh-oleh khas
Fungsi yang terkait pemrosesan data:
1. Meminta data mengenai agenda wisata dari beberapa daerah wisata dengan
lokasi yang berdekatan.
2. Meminta data route menuju lokasi antar tempat wisata.
3. Meminta data jenis transportasi pilihan menuju lokasi wisata[2]
D. Manfaat Sistem Informasi Pariwisata
Menurut Sedarmayanti, (2014)
dalam bukunya “Membangun
& Mengembangkan Kebudayaan
& Industri Pariwisata”, “Adapun
manfaat dalam membangun dan
mengembangkan sistem informasi
pariwisata, yaitu sebagai
berikut :
1. Manfaat Ekonomi (Kesejahteraan) Meningkatkan arus
wisatawan, baik nusantara
atau mancanegara ke suatu
daerah menuntut aneka ragam
pelayanan dan fasilitas
yang semakin meningkat
jumlah dan ragamnya.
Hal ini memberi
manfaat ekonomi bagi
penduduk, pengusaha maupun
pemerintah sebagai berikut,
penerimaan devisa, kesempatan
berusaha, terbukanya lapangan
kerja, meningkatnya pendapatan
masyarakat dan pemerintah,
dan mendorong pembangunan
daerah.
2. Manfaat Sosial Budaya Mampu
melestarikan budaya dan
adat istiadat dalam
meningkatkan kecerdasan masyarakat
serta kesehatan dan
kesegaran jasmani ataupun
rohani dalam mengurangi
konflik sosial.
3. Manfaat Dalam Berbangsa
dan Bernegara Dapat mempererat
persatuan dan kesatuan
dalam menumbuhkan rasa
memiliki, keinginan untuk
memelihara dan mempertahankan negara
yang ujung tumbuh
rasa cinta terhadap
tanah air serta
memelihara hubungan baik
Internasional dalam hal
pengembangan pariwisata.
4. Manfaat Bagi Lingkungan Pembangunan dan
pengembangan pariwisata diarahkan
agar dapat memenuhi
keinginan wisatawan, seperti
hidup tenang, bersih,
jauh dari polusi,
santai, dapat mengembalikan
kepenatan fisik dan
mental.[3]
\
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sistem informasi pariwisata adalah sistem yang
menyajikan informasi-informasi menegnai suatu objek wisata, kawasan wisata atau
wahana-wahana di suatu objek/ kawasan wisata. Website adalah
suatu media publikasi
elektronik yang terdiri
dari halamanhalaman web
(Web Page) yang terhubung
satu dengan yang
lain menggunakan link
yang dilekatkan pada
suatu teks, image,
video, audio dan
animasi lainya.
Untuk membuat rancangan sistem informasi dilakukan tahapan sebagai berikut :
1. Pendefinisian fungsi pada tiap bagian sistem.
2. Penggolongan fungsi yang telah didefinisikan.
3. Implementasi fungsi dalam struktur web service ( sisi server dan klien ).
Fasilitas yang biasanya dibutuhkan dalam
proses kolaborasi antar sistem antara lain :
1. Menambah , menghapus serta mengedit data.
2. Mencari dan menampilkan data berdasar kriteria tertentu.
3. Memproses data berdasar aturan yang telah ditentukan.
DAFTAR
PUSTAKA
A Hariyanto - Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF), 2015 - 103.23.20.161.
RN Gulo, R Watrianthos, IR Munthe - JURNAL INFORMATIKA, 2017 - jurnal.ulb.ac.id.


Komentar
Posting Komentar